" Selamat Datang Di Website Resmi Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat. "
blog-img

GeNose C19 Siap Beredar

 Karmila F Karubuy  |   28/12/2020  |   Kesehatan  |   1125 Baca

Siapa di antara pembaca yang pernah menjalani pengambilan usap hidung dan/atau mulut untuk Covid-19? Pasti ada perasaan tidak nyaman yang dibayangkan atau dirasakan saat sebelum atau ketika dilakukan pengambilan usap melalui hidung dan/atau mulut. Namun, rasa tidak nyaman itu memang harus dialami, karena hal itu diperlukan untuk diagnosa Covid-19, baik melalui metode Polymerase Chain Reaction (PCR) maupun rapid test antigen. Rasa tidak nyaman yang lain adalah perasaan tidak tenang atau cenderung kuatir yang berkepanjangan, karena menunggu hasilnya. Ya, berdasarkan pengalaman banyak orang selama ini menunggu hasil pemeriksaan PCR Covid-19 bisa sampai hitungan beberapa hari, walaupun jika menggunakan Tes Cepat Molekuler (TCM) hasilnya bisa diperoleh lebih cepat. Hanya saja, penggunaan TCM untuk indikasi tertentu saja (klik Ingin Laboratorium PCR Covid-19 Berfungsi Optimal?Kami Bisa Beli Mesin PCR! Semudah Itukah?).

Seolah menjadi kado Natal 2020, pada tanggal 24 Desember Direktorat Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan, Kementerian Kesehatan telah menerbitkan izin edar untuk GeNose C19. Nomor izin edarnya adalah Kemenkes RI AKD 20401022883. Izin edar ini adalah persetujuan izin edar di masa darurat Covid-19 dan berlaku selama satu tahun sampai 24 Desember 2021. Alat ini dikategorikan sebagai produk peralatan anestesi dan sub kategori peralatan anestesi diagnostik.

Rasa tidak nyaman seperti diceritakan di atas tidak akan dirasakan jika menggunakan GeNose C19, karena GeNose C19 hanya menggunakan hembusan nafas pasien. Disebutkan bahwa GeNose adalah hidung elektronik yang bekerja dengan sistem penginderaan (sensor) untuk mengenali senyawa. GeNose C19 dirancang untuk mengenali pola Volatile Organic Compound yang terbentuk dari infeksi Covid-19 dan terbawa dalam nafas manusia. Selain itu, hasil pemeriksaan dengan menggunakan GeNose C19 dapat diperoleh dalam hitungan menit saja. Hal lainnya yang juga menguntungkan adalah biaya setiap kali pemeriksaan tidak semahal pemeriksaan menggunakan rapid test antibodi atau antigen, apalagi PCR. Walaupun demikian, perlu diingat bahwa gold standard penegakan diagnosa Covid-19 tetaplah dengan menggunakan metode RT-PCR.

Tentunya kita perlu bangga terhadap GeNose C19 yang adalah produk bangsa Indonesia. GeNose dikembangkan oleh Universitas Gadjah Mada (UGM) dengan dukungan konsorsium industri yaitu (1) PT. Yogya Presisi Tehnikatama Industri (2) PT. Hikari Solusindo Sukses, (3) PT. Stechoq Robotika Indonesia, (4) PT. Nanosense Instrument Indonesia dan (5) PT. Swayasa Prakarsa.

Bagi pembaca yang memerlukannya, pemesanan dapat dilakukan melalui link ini http://ugm.id/pemesananGeNoseC19 atau menghubungi Bapak Anton Prabowo (081902774842) atau Bapak Hargo Utomo (08122721499). Harga yang dipatok saat ini adalah enam puluh dua juta rupiah per unit. Informasi ini penulis peroleh pagi ini dari salah seorang rekan penulis di Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Kementerian Kesehatan.

-DoVic 281220-




footer_logo
footer_logo
footer_logo

2020 © copyright by Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat. All rights reserved.