Ditugaskan Untuk Mengatasi Jurang

Hari ini, Selasa, tanggal delapan belas bulan Juni tahun dua ribu sembilan belas sejumlah 56 tenaga kesehatan dari berbagai profesi diberangkatkan ke lokasi tugas. Siapa mereka? Mereka adalah para tenaga kesehatan program Papua Barat Sehat (PBS) 2019 (klik Tenaga Kesehatan PBS 2019 Telah Terpilih). Sebuah program yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat. Program ini mengadopsi program Nusantara Sehat team based yang telah lebih dahulu diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan.

Penyematan Tanda Peserta Pembekalan PBS 2019 oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat.

Setelah melalui proses rekrutmen (klik Dibuka Lowongan Nakes Program Papua Barat Sehat 2019) yang sempat diperpanjang (klik Rekrutmen PBS 2019 Diperpanjang), karena kurangnya pelamar putera-puteri asli Papua, mereka yang terpilih diberikan pembekalan selama lima hari pada tanggal 11-15 Juni 2019 di Hotel Billy Jaya Manokwari. Materi-materi pembekalan tentang Kebijakan Kesehatan di Papua Barat, Konsep Dasar Puskesmas, Manajemen Puskesmas, Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS PK), Kolaborasi Interprofesi, Pemanfaatan Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) dan Kapitasi, Keluarga Bebas (Kebas) Malaria dan Pengenalan Program-Program Kesehatan diberikan oleh sejumlah narasumber dari Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat. Selain itu, pendidikan bela negara juga diberikan oleh para fasilitator dari Kodam XVIII Kasuari.

Jajaran Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat dan KODAM XVIII Kasuari siap membekali para tenaga kesehatan PBS 2019.

Dengan penugasan langsung oleh Gubernur Papua Barat saat apel gabungan Aparat Sipil Negara (ASN) Provinsi Papua Barat tanggal 17 Juni 2019, PBS 2019 siap mengabdikan diri. Unsur mengabdikan diri adalah aspek yang melekat pada jati diri dan definisi seorang tenaga kesehatan. Maka program Papua Barat Sehat 2019 dapat mereka jadikan ajang pembuktian diri bahwa mereka pantas menyandang predikat tenaga kesehatan.

PBS 2019 di Pendopo Kantor Gubernur Papua Barat.

Namun, lebih luas dari hal tersebut, PBS 2019 bertujuan juga untuk mengisi kebutuhan atau kekurangan tenaga kesehatan di beberapa Puskesmas kawasan terpencil dan sangat terpencil. Dengan jumlah dan jenis tenaga kesehatan yang memadai dan lengkap diharapkan Puskesmas-Puskesmas tersebut dapat berkinerja optimal dalam menjalankan visi, misi, tujuan dan tata nilainya. Sehingga Puskesmas-Puskesmas tersebut dapat berkontribusi juga dalam mengatasi jurang (klik Bertugas di Remote Area: Mengatasi Jurang) yang masih ada di Papua Barat.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat dan sejumlah pejabat eselon 3, 4 dan staf Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat turut menghantar tim PBS 2019 ke delapan Puskesmas sasaran PBS 2019 di empat Kabupaten.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit mengecek kesiapan keberangkatan PBS 2019 ke lokasi tugas di Kabupaten Pegunungan Arfak.

Kepada PBS 2019, selamat mengabdikan diri dan selamat bertugas di Puskesmas Kiruru dan Puskesmas Yamor, Kabupaten Kaimana; Puskesmas Neney, Kabupaten Manokwari Selatan; Puskesmas Saukorem dan Puskesmas Yembun, Kabupaten Tambrauw dan Puskesmas Testega, Puskesmas Membey, Puskesmas Didohu dan Catubouw, Kabupaten Pegunungan Arfak.

Publication of :DoVic 180619

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *