Memberikan Pelayanan Kesehatan Kepada Masyarakat di Kampung-Kampung

Pelayanan Kesehatan Berbasis Masyarakat
Pelayanan Kesehatan di Distrik Sururey Kab. Pegunungan Arfak

Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat, mengadakan Kegiatan Pelayanan Kesehatan Berbasis Masyarakat (PKBM) selama 3 (tiga) hari di Distrik Suruei, Kabupaten Pegunungan Arfak.
TIM PKBM yang diketuai oleh dr. Agnes J. Arobaya, M.Kes yang beranggotakan 7 orang dari Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat yang merupakan profesi dari Dokter, Apoteker, Perawat, Analis Pembantu, Logistik Farmasi dan Bagian Administrasi.


Pada Pelayanan Kesehatan ini, TIM PKBM akan dibantu oleh tenaga medis dari Dinas Kesehatan Pegunungan Arfak dan Puskesmas dan yang menjadi sasaran pelayanan adalah Kampung Trikora Distrik Sururey. Tim akan tiba di Kabupaten Pegunungan Arfak pada hari Senin, 24 Juni 2019 dan disambut oleh Pejabat Es. III Dinas Kesehatan Kabupaten Pegunungan Arfak, dan pada saat itu juga dilakukan pertemuan singkat untuk membahas persiapan serta tujuan dari kegiatan dimaksud.


Ketua TIM PKBM, dr. Agnes mengatakan kegiatan ini akan dilaksanakan mulai tanggal 25 Juni 2019 sampai dengan tanggal 27 Juni 2019 dengan tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat di kampung-kampung.
“kita akan bermalam di Kantor Dinas Kesehatan Pegunungan Arfak, dan Kegiatan dipusatkan di Puskesmas Sururey Kampung Trikora, ungkap dr. Agnes

dr. Agnes juga mengungkapkan bahwa kegiatan PKBM ini merupakan Kegiatan atau Program Rutin Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat yang dianggarkan melalui APBD Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat dengan sasaran kegiatan ini adalah Pelayan Kesehatan kepada Masyarakat di Kampung-Kampung.
dengan daya jangkau ke FKTP tersulit dan dari hasil kegiatan ini memberikan dampak yang positif kepada masyarakat.

Puluhan masyarakat di Kampung Gunggra dan Tuabyam, Distrik Sururey, Kabupaten Pegunungan Arfak di diagnosa menderita penyakit Otitis Media Akut (OMA) dan Infeksi Saluran Pernafasan (ISPA)
Hal ini terungkap pada saat Tim Pelayanan Kesehatan Berbasis Masyarakat (PKBM) Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat melakukan pemeriksaan dan pengobatan langsung kepada masyarakat di wilayah tersebu, Selasa (25/6/2019)

Pada kesempatan ini Ketua Tim PKBM dr. Angnes J. Arobaya, M.Kes menuturkan bahwa selain penyakit ISPA dan OMA, terdapat juga penderita Penyakit Kulit, Suspek Frambusya, Mialgia, Artritis, Demertis Kontak Alergi, Neorodermatitis yang juga didirita oleh sebagian Masyarakat di 2 (dua) Kampung, Gunggra dan Tuabyam.

dr. Agnes mejelaskan bahwa penyakit Frambosia disebebkan oleh Virus Treponima Lallidum, sedangkan ISPA disebabkan oleh Faktor alergi udara dinging dan debu, sedangkat Dermatitis kontak Alergi dan Neorodermatitis terjadi akibat Faktor alergi. sementara penyakit OMA merupakan Dampak dari ISPA yang tidak diobati sehingga sembuh, bahkan ada pasien pada pelayanan ini yang didiagnosa terserang Otitis Media Suouratif Kronis (OMSK).

” Dari kejadian ini, kami mengharapkan kepada masyarakat dapat menjaga kebersihan tubuh maupun lingkungan disekitar. Karena Penyakit bisa bersumber dari diri sendiri maupun lingkungan masyarakat itu sendiri,” Ungkap dr. Agnes.

Dari pantuan jurnalis jagatpapua.com, masyarakat yang telah diperiksa petugas medis selanjutnya memberikan obat sesuai dengan diagnosa penyakit.

Pelayanan Pengobatan yang dilakukan oleh TIM PKBM Dinas Kesehatan Provinsi dilaksanakan di kediaman Koordinator Kampung Gunggra, Gayus Towansiba. Sementara di Tuabyam bertempat di Pustu.

“Besok Rabu (26/19), Pengobatan masih dilanjutkan di Kampung Udohotma di Distrik Sururey,” tandas dr. Agnes

print

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *