PIS PK: Relasi dengan Isu Kesehatan Lainnya

Seringkali dalam paparan-paparan tentang Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS PK) disampaikan keterkaitan sejumlah indikator utamanya dengan indikator-indikator pada Standar Pelayanan Minimal (SPM) Bidang Kesehatan di Kabupaten/Kota. Hal itu sudah lazim dan sudah banyak diketahui. Tapi tahukah kita bahwa optimalnya pencapaian ketiga belas indikator PIS PK di Papua Barat akan berdampak secara langsung atau tidak langsung terhadap penyebab kematian terbanyak di Papua Barat (klik Waspadailah Penyakit-Penyakit Maut Ini!)? Setidaknya sembilan belas dari dua puluh penyebab kematian terbanyak akan terdampak. Yang tidak terdampak adalah penyebab kematian terbanyak ke-delapan yaitu road injuries. Bukan tidak mungkin kesembilan belas penyebab kematian terbanyak lainnya akan turun peringkat pada Analisis Beban Penyakit berikutnya.

dr. Victor memandu paparan Dinas Kesehatan Kabupaten Teluk Bintuni dan Kabupaten Sorong Selatan.

Hal ini disampaikan oleh dr. Victor Eka Nugrahaputra, M.Kes., Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan, pada Pertemuan Monitoring dan Evaluasi PIS PK di Tingkat Provinsi Papua Barat. Pertemuan ini diselenggarakan di Aston Niu Hotel Manokwari pada 27-29 Juni 2019. Pertemuan ini mengundang para Koordinator PIS PK Kabupaten/Kota, para Fasilitator Keluarga Sehat dan beberapa Puskesmas terpilih.

Pada bagian selanjutnya dari paparannya, dr. Victor juga memperlihatkan keterkaitan PIS PK dengan Puskesmas Percontohan (klik Puskesmas Percontohan: Harus Bisa!), PIS PK dan Data Terpilah Etnis (klik LIPI Teliti Layanan Kesehatan OAP), Puskesmas dan Peluang Inovasi (klik Kader JKN: Sehati Melayani dengan Hati) serta PIS PK dan SIAPone (klik SIAPone Siap Mendarat!). Tampak bahwa optimalnya pelaksanaan PIS PK di suatu Puskesmas akan berlaku layaknya sebuah bola salju yang akan menggaet aspek-aspek lainnya yang dilaluinya. Oleh karena itu, tidak ada alasan lagi bagi Puskesmas yang telah dilatih untuk segera menjalankan PIS PK.

Pertemuan kali ini juga menghadirkan Kepala Sub Direktorat Puskesmas, Direktorat Pelayanan Kesehatan Primer, Kementerian Kesehatan, dr. Ganda Raja Partogi Sinaga, MKM. Lewat paparannya, dr. Ganda, menggambarkan berbagai inovasi dari berbagai daerah di Indonesia sebagai dampak dilaksanakannya PIS PK. Dr. Ganda juga mendorong serta memberi masukan terhadap inovasi-inovasi yang muncul di Papua Barat.

Di akhir pertemuan dilakukan Diskusi Kelompok antara Pembina Wilayah dengan Daerah Binaannya. Sejumlah isu pelaksanaan PIS PK dibahas, termasuk (1) Kendala dan Cara Mengatasinya, (2) Upaya Akselerasi Pencapaian Akselerasi dan Peningkatan Indeks Keluarga Sehat, dan (3) Optimalisasi Pemanfaatan Bantuan Operasional Kesehatan untuk Menunjang PIS PK.

Sejumlah kesepakatan tindak lanjut telah dihasilkan, termasuk target capaian kunjungan keluarga sebesar 50% pada akhir triwulan III dan 75% pada akhir triwulan IV tahun 2019. Dibutuhkan komitmen kuat agar kesepakatan tindak lanjut ini direalisasikan.


-DoVic 010719-

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *