SIAPone Siap Mendarat!

“SIAPone siap mendarat!” ucap dr. H. KM. Taufiq, MMR, Kepala Sub Direktorat Mutu dan Akreditasi Pelayanan Kesehatan Primer, Kementerian Kesehatan, pada saat menutup Lokakarya Standar dan Instrumen Akreditasi FKTP bagi Pelatih Pendamping. Lokakarya yang dibuka oleh Direktur Mutu dan Akreditasi Pelayanan Kesehatan, drg. Farichah Hanum, M.Kes ini diselenggarakan di Hotel Mercure Gatot Subroto Jakarta pada tanggal 19-22 Juni 2019. Lokakarya ini dihadiri seratus lebih Pelatih Pendamping Akreditasi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dari berbagai Provinsi di Indonesia, beberapa Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) dan juga dari unsur TNI-POLRI.

Sebagian Pelatih Pendamping Akreditasi FKTP yang siap mendaratkan SIAPone berfoto bersama Kepala Sub Direktorat Mutu dan Akreditasi Pelayanan Kesehatan Primer, Kementerian Kesehatan.

Lokakarya ini dimaksudkan untuk mensosialisasikan draft Standar dan Instrumen Akreditasi Puskesmas (SIAP) Edisi 1 atau SIAPone. Draft SIAPone ini dikupas tuntas secara bersama-sama. “Dengan Lokakarya ini, kami tidak perlu mengintip lagi (klik Mengintip Standar Akreditasi Puskesmas Versi 2018). Kami sudah tahu dan memahami isi Standar dan Instrumen Akreditasi Puskesmas yang baru,” kata dr. Victor Eka Nugrahaputra, M.Kes., salah satu Pelatih Pendamping dari Provinsi Papua Barat. Karena masih berupa draft dan belum ditetapkan sebagai Peraturan Menteri Kesehatan, maka sejumlah masukan dan perbaikan masih bisa dilakukan oleh peserta Lokakarya.

Sejumlah aspek dimunculkan atau diperkuat dalam SIAPone ini, yang menjadikannya lebih lengkap dibandingkan Standar Akreditasi yang sekarang berlaku. Apa saja yang baru atau diperkuat? (1) Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS PK), (2) Gerakan Masyarakat (Germas) Hidup Sehat, (3) Program Prioritas Nasional, (4) Pelayanan Kesehatan Tradisional, (5) Sasaran Keselamatan Pasien, (6) Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI), (7) Manajemen Fasilitas dan Kesehatan, (8) Kesehatan dan Keselamatan Kerja. Selain itu, dimunculkan pula Indikator Mutu Prioritas Puskesmas (IMPP) dan Indikator Mutu Prioritas Pelayanan (IMPPel).

Diskusi dengan KOMPAK di sela Lokakarya yang berlangsung di Hotel Mercure Gatot Subroto Jakarta.

“Melihat Puskesmas-Puskesmas di Papua Barat dapat menjalankan SIAPone secara paripurna adalah mimpi saya. Betapa masyarakat Papua Barat sebagai pengguna layanan Puskesmas akan puas dan berbahagia, karena dapat memperoleh pelayanan bermutu dan sesuai standar. Mimpi ini harus diwujudkan!” tekad dr. Victor. Sebagai langkah awal mewujudkan mimpi itu, di sela-sela waktu Lokakarya, Tim Pelatih Pendamping Akreditasi FKTP dari Papua Barat dan Papua mengadakan pertemuan dengan KOMPAK. KOMPAK adalah mitra pembangunan Pemerintah Provinsi Papua Barat dan Provinsi Papua yang selama ini mendukung peningkatan tata kelola layanan dasar di front line, termasuk Puskesmas. KOMPAK didukung Pemerintah Australia.

Maria Aruan selaku Health and Nutrition Manager KOMPAK menyatakan KOMPAK siap mendukung kedua Provinsi tersebut untuk mewujudkan akreditasi Puskesmas, khususnya dalam waktu yang masih tersisa menjelang diberlakukannya persyaratan Telah Terakreditasi bagi Puskesmas yang akan bekerja sama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Sejumlah langkah, baik jangka pendek maupun jangka menengah, telah digagas dan dibahas. Sejumlah pihak, termasuk Bappenas, telah diidentifikasi untuk dilibatkan dalam melakukan akselerasi. Momentum dimasukinya tahapan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 akan digunakan untuk advokasi kepada Pemerintah Daerah. Selain itu, sebuah kajian cepat akan dilaksanakan untuk mendapatkan bukti yang akan digunakan sebagai bagian dari bahan advokasi tersebut.

“Dalam waktu dekat Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat dengan dukungan KOMPAK akan melaksanakan Lokakarya yang sama dengan yang dilaksanakan oleh Kementerian Kesehatan. Kepada tiga belas Tim Pendamping Akreditasi FKTP Kabupaten/Kota akan disosialisasikan SIAPone ini. Siapa yang akan menjadi narasumber? Selain narasumber dari Pokja PPI dan Komite Nasional Keselamatan Pasien (KNKP), tentulah kami bertiga yang telah dinyatakan lulus ujian sertifikasi dalam Lokakarya ini. Puji Tuhan,” kata dr. Victor mewakili Pelatih Pendamping Akreditasi FKTP Provinsi Papua Barat lainnya. Pelatih Pendamping lainnya adalah dr. Feny Mayana Pasiey, M.Si. dan Andry Elisa Parinussa, SKM, M.Kes.

Sejumlah tantangan pasti akan menghadang upaya mewujudkan mimpi tersebut. Mungkin juga, sejumlah kegagalan akan terjadi. Tapi kata-kata bijak Thomas Alva Edison yang dikutip oleh dr. Taufiq akan menguatkan segala upaya untuk mewujudkan mimpi tersebut. “Kita harus menjadikan kegagalan-kegagalan tersebut sebagai momentum untuk menemukan strategi yang tepat untuk mewujudkan akreditasi Puskesmas di Papua Barat,” seru dr. Victor.

“I have not failed. I’ve just found 10.000 ways that won’t work”
Thomas Alva Edison (1847-1931)


Publish : Dr. Victor Eka Nugraha Putra, M.Kes

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *