" Selamat Datang Di Website Resmi Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat. "
blog-img

Ada berapa Ventilator sih di Papua Barat

 Dian Triwiyono  |   02/04/2020  |   Kesehatan  |   175 Baca

Akhir-akhir ini, sejak merebaknya pandemi Covid-19, beberapa pihak menanyakan berapa sih jumlah ventilator di Papua Barat? Mengapa perlu menanyakan keberadaan alat ini dalam penanganan wabah Covid-19? Alat apa sih sebenarnya ventilator itu? Sebuah kepedulian atau lebih tepatnya kekuatiran mendadak yang sebelumnya tidak pernah muncul, kecuali saat akan ada kunjungan Presiden di mana mengharuskan disiapkan Mini Intensive Care Unit (ICU) yang memerlukan keberadaan ventilator.

Menurut alodokter.com, ventilator adalah mesin yang berfungsi untuk menunjang atau membantu pernafasan. Ventilator sering kali dibutuhkan oleh pasien yang tidak dapat bernafas sendiri, baik karena suatu penyakit atau karena cedera yang parah. Tujuan penggunaan alat ini adalah agar pasien mendapat asupan oksigen yang cukup. Ventilator akan memompa udara selama beberapa detik untuk menyalurkan oksigen ke paru-paru pasien, lalu berhenti memompa agar udara keluar dengan sendirinya dari paru-paru. Pada pasien dengan gangguan paru-paru berat, seperti gagal nafas, Acute Respiratory Distress Syndrome (ARDS) dan pneumonia, termasuk pada pasien yang mengalami Covid-19, ventilator diperlukan. Namun, yang disebutkan terdahulu bukan satu-satunya kondisi yang membuat pasien membutuhkan ventilator. Kondisi yang lain, misalnya gangguan sistem saraf yang menyebabkan kelemahan otot pernafasan, gangguan pada jantung atau ketika dalam pengaruh pembiusan total, seperti pada pasien yang menjalani operasi.

"Per 31 Maret 2020, terdata pada Bidang Pelayanan Medis sebanyak dua puluh tujuh ventilator yang tersebar pada sepuluh Rumah Sakit di Provinsi Papua Barat serta satu ventilator pada Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat. Masing-masing satu ventilator di RSUD Kabupaten Fakfak, RSUD Kabupaten Teluk Wondama, RSU Pratama Warmare Kabupaten Manokwari, RSUD Kabupaten Raja Ampat dan RS Pertamina Kota Sorong. Sedangkan di RSUD Kabupaten Teluk Bintuni, RSUD Kabupaten Manokwari, RSUD Kabupaten Sorong Selatan, RSUD Kabupaten Sorong dan RSUD Kota Sorong berturut-turut memiliki lima, tiga, empat, delapan dan dua buah ventilator,” kata dr. Victor Eka Nugrahaputra, M.Kes selaku Koordinator Bidang Pelayanan Medis Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Papua Barat.

Tentunya sejumlah ventilator yang ada tersebut tidak hanya disiapkan dan akan digunakan untuk pasien Covid-19 saja, tetapi juga untuk pasien penyakit lainnya yang membutuhkannya sesuai indikasi medis. Saat ini, RSUD Kabupaten Kaimana belum memiliki ventilator. Menurut informasi dari Direkturnya, dr. Joulanda Mentang, MM, RSUD Kabupaten Kaimana sedang melakukan pemesanan sebanyak tujuh buah ventilator. Sementara itu, RS Pertamina Kota Sorong akan menambah satu ventilator lagi. Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur RS Pertamina Kota Sorong, dr. Otto B. Kawanda.

Tentunya, keberadaan ventilator-ventilator tersebut tidak akan bermanfaat, bila tidak ada yang mengoperasikannya, baik itu dokter spesialis anestesi serta penata anestesi. “Papua Barat masih membutuhkan dokter spesialis anestesi dan penata anestesi. Hal ini harus menjadi concern masing-masing pemerintah daerah melalui Dinas Kesehatan serta Rumah Sakit milik pemerintah daerah, utamanya yang sudah menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Saya mengapresiasi langkah dr. Yoce Kurniawan, SpS. selaku Direktur untuk mengisi kekosongan dokter spesialis anestesi di RSUD Kabupaten Teluk Wondama dalam minggu ini. Semoga berjalan sesuai harapan dan rencana,” lanjut dr. Victor (  Klik Heal The World )

-DoVic 020420-

 

 




footer_logo
footer_logo
footer_logo