" Selamat Datang Di Website Resmi Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat. "
blog-img

Bergerak Bersama Menangkal 2019-nCoV Masuk Manokwari

 Ida Bagus Windusara  |   21/03/2020  |   Info Terkini  |   126 Baca

Posting-an kali ini meng-update situasi dan upaya-upaya untuk menangkal 2019-nCoV masuk ke Papua Barat, khususnya Kabupaten Manokwari, per tanggal 6 Februari 2020. Selain itu, melampirkan pula Surat Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat tentang Peningkatan Kesiapsiagaan Fasilitas Pelayanan Kesehatan terhadap 2019-nCoV.


Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat dan Kabupaten Manokwari bersama-sama dengan Dinas Tenaga Kerja Provinsi Papua Barat, Kantor Imigrasi Manokwari dan Kantor Kesehatan Pelabuhan Manokwari pada jam 14.00 WIT melakukan kunjungan ke Pabrik Semen SDIC terkait adanya informasi kedatangan 9 (sembilan) orang Tenaga Kerja Asing (TKA) yang baru pulang berlibur merayakan Imlek di negara China. 6 (enam) orang telah tiba pada tanggal 5 Februari, dan 3 orang tiba tanggal 6 Februari 2020.

Hasil pemeriksaan yang telah dilakukan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat terhadap 8 (delapan) TKA tersebut, semuanya saat ini dalam kondisi sehat (di mana suhu tubuh berkisar 36,1?C-31,7?C serta tidak ada yang menderita batuk, pilek maupun sakit tenggorokan).

1 (satu) TKA belum dilakukan pemeriksaan (dikarenakan sedang tidur siang), namun yang bersangkutan sebenarnya telah diperiksa oleh KKP saat tiba di bandara Rendani Manokwari dan dinyatakan sehat.

Pemantauan selanjutnya akan dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Manokwari beserta jajarannya selama 14 (empat belas) hari sejak TKA meninggalkan negaranya. Untuk itu, pihak manajemen diminta proaktif untuk melaporkan setiap kedatangan TKA.

Manajemen juga telah melakukan kebijakan pencegahan di mana setiap TKA yang baru pulang/tiba dari China diwajibkan untuk melakukan isolasi/karantina mandiri, di mana yang bersangkutan selama 14 (empat belas) hari (masa inkubasi) dilarang meninggalkan kamar. Segala kebutuhan/keperluan pribadi termasuk makan dan minum akan diantar dan diletakkan hanya sampai di depan pintu untuk meminimalkan kontak dengan staf/pelayan. Masker, desinfektan dan alat pengukur suhu disediakan di setiap kamar karantina. Dan sebagai bentuk kewaspadaan, maka seluruh pekerja juga diminta untuk menggunakan masker selama berada di lokasi pabrik.




footer_logo
footer_logo
footer_logo