" Selamat Datang Di Website Resmi Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat. "
blog-img

Dr. Dicky Budiman Indonesia Belum Mencapai Puncak Gelombang Pertamanya

 Karmila F Karubuy  |   13/01/2021  |   Kesehatan  |   1038 Baca

Pernyataan dalam judul di atas disampaikannya dalam Virtual Discussion yang diselenggarakan Farid Nila Moeloek Society pada tanggal 10 Januari 2021 (klik Prof. Tjandra Yoga Berbicara Tentang Vaksin Covid-19). Virtual Discussion melalui Zoom meeting kali ini mengambil topik Proyeksi Epidemiologi Covid-19 di Indonesia. Dan yang bertindak sebagai narasumber adalah dr. Dicky Budiman, M.Sc.PH., PhD (cand.), seorang praktisi dan peneliti Global Health Security dan Pandemi pada Center for Environment and Population Health di Griffith University Australia.

Dalam paparan berjudul “Pandemi Covid-19: Proyeksi dan Analisa Indonesia” yang disampaikan langsung dari Brisbane Australia, pernyataan di atas bukanlah satu-satunya yang membuat audiens Virtual Discussion merenung. Pernyataan lainnya adalah “Indonesia belum mencapai standar testing yang sesuai skala jumlah penduduk dan eskalasi pandeminya” serta “Indonesia belum mendeteksi bahkan setengah dari estimasi kasus harian”. Barangkali sebagian pembaca blog menyetujui kedua pernyataan tersebut. Itu berarti sebuah penegasan terhadap asumsi, perkiraan atau pendapat pribadi selama ini. Penegasan ini datang dari seorang pakar di bidangnya yang bersifat independen. Dengan demikian, pendapat seperti itu patutlah sungguh-sungguh didengarkan, dikaji dan diikuti dengan langkah lanjutan oleh pihak-pihak yang memiliki kewenangan, termasuk di Papua Barat.

Rekomendasi ekstensifikasi strategi dari dr. Dicky berupa (1) melakukan testing terhadap suspect, (2) melakukan monitoring terhadap kontak erat setiap hari, (3) menerapkan pembatasan perjalanan antar wilayah dan (4) mengadakan klinik demam. Sedangkan rekomendasi intensifikasi strategi yaitu berupa testing masif terhadap kasus asimtomatik, yang dilakukan dengan cara (1) menemukan kasus asimtomatik di setiap wilayah dan (2) mengkarantina kasus asimtomatik. Target testing masifnya adalah 90% hasil tes negatif.

Di akhir paparannya, dr. Dicky mengingatkan bahwa eradikasi Covid-19 ini sangat sulit (klik 2019-nCoV Menyerang, Manusia Bertahan). Oleh karena itu, 3T (testing, tracing dan treatment) harus lebih dioptimalkan. Sedangkan, 3M perlu dilengkapi dengan 2M lainnya, yaitu Membatasi mobilitas dan Menjauhi kerumunan/keramaian.

-DoVic 130121-




footer_logo
footer_logo
footer_logo

2020 © copyright by Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat. All rights reserved.