" Selamat Datang Di Website Resmi Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat. "
blog-img

Kali Ini Bergeser Ke Arah Sebaliknya

 Ida Bagus Windusara  |   21/03/2020  |   Kesehatan  |   130 Baca

“Jika dibandingkan data bulan Maret 2020 dengan data September 2019, maka Papua Barat termasuk dalam kelompok delapan belas Provinsi yang bergeser ke arah negatif. Berbeda dari periode sebelumnya, Papua Barat pergeserannya positif,” kata Dr. dr. Trihono, M.Sc. melalui webinar (klik Bergeser Ke Arah Yang Benar). Webinar yang dimaksud adalah webinar dalam rangka mengevaluasi Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS PK) yang terselenggara pada tanggal 5 Maret 2020. Webinar berlangsung antara Pembina Wilayah Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan dengan lima Provinsi wilayah binaannya, yaitu (1) Papua Barat, (2) Sulawesi Barat, (3) Sulawesi Selatan, (4) Banten dan (5) Sumatera Selatan (klik Webinar Bersinar).

Jumlah keluarga sehat Papua Barat menurun dari 13,1% menjadi 10,9%, sedangkan jumlah keluarga tidak sehatnya meningkat dari 24,4% menjadi 27,7%. Perubahannya minus 5,5%. “Pergeseran negatif ini sudah saya prediksi sebelumnya. Keluarga-keluarga yang datanya diinput pada aplikasi Keluarga Sehat belakangan berasal dari wilayah Puskesmas di kawasan terpencil dan sangat terpencil yang diasumsikan banyak keluarga tidak sehatnya,” kata dr. Victor Eka Nugrahaputra, M.Kes., selaku Koordinator PIS PK Papua Barat.

Fenomena di atas masih akan bersifat dinamis, mengingat cakupan keluarga di Papua Barat yang sudah diinput datanya baru sekitar 25%. “Kami menghimbau Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota agar mendorong Puskesmasnya segera total coverage kunjungan keluarganya dan datanya diinput dalam aplikasi Keluarga Sehat versi 2.0. Cakupan Kabupaten Kaimana sudah baik. Hendaknya hal ini segera diikuti oleh Kabupaten/Kota lainnya. Apalagi data kunjungan keluarga ini sangat bermanfaat untuk mengetahui data sasaran riil Standar Pelayanan Minimal (SPM) Bidang Kesehatan,” lanjut dr. Victor.

Pada kesempatan webinar tersebut, dr. Anung Sugihantono, M.Kes., Direktur Jenderal P2P Kementerian Kesehatan memberikan arahan khusus kepada Papua Barat, “Lakukan clustering wilayah. Petakan wilayah-wilayah yang sudah total coverage. Lakukan intervensi sesuai besaran masalah di masing-masing wilayah yang sudah total coverage. Masalah kesehatan yang besarannya tidak luas, lakukan intervensi pada level individu atau keluarga, tetapi masalah yang besarannya luas harus dengan pendekatan intervensi skala wilayah. Hendaknya forum Rapat Kerja Kesehatan Daerah Provinsi Papua Barat di Sorong Selatan tanggal 18-20 Maret 2020 nanti dapat menjabarkannya dalam Rencana Aksi Daerah yang lebih konkrit.”

Webinar yang diikuti juga secara langsung oleh Dinas Kesehatan Kota Sorong dan Puskesmas Remu Kota Sorong sangat bermanfaat. Selain dihadiri lintas bidang dan lintas program di Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat, webinar juga diikuti beberapa Puskesmas di wilayah Kabupaten Manokwari, yaitu Puskesmas Sanggeng, Puskesmas Wosi, Puskesmas Pasir Putih, Puskesmas Sowi IV dan Puskesmas Maripi. Dengan memanfaatkan teknologi informatika seperti webinar ini, kegiatan dapat berlangsung efisien (klik Papua Barat Perkuat Sistem Kesehatan Bersama UGM).




footer_logo
footer_logo
footer_logo

2020 © copyright by Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat. All rights reserved.