" Selamat Datang Di Website Resmi Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat. "
blog-img

Raja Ampat Model Kegiatan Di Era Adaptasi Kebiasaan Baru

 Herman Lawalata  |   09/10/2020  |   Info Terkini  |   581 Baca

Pandemi Covid-19 jelas-jelas merubah sebagian kebiasaan umat manusia yang hidup di abad 21 di seantero jagad ini (klik New Normal: Normal Yang Berbeda Dari Sebelumnya!, Hal Yang Hilang Dan Yang Tidak Boleh Hilang). Bukan hanya kebiasaan yang terkait perilaku individual, tetapi juga kebiasaan ketika manusia bersosialisasi. Bukan hanya kegiatan di dalam rumah, namun terlebih kegiatan di luar rumah. Bukan hanya aktivitas yang bersifat privat, akan tetapi juga aktivitas yang bersifat kedinasan, termasuk pertemuan, rapat, workshop, seminar, pelatihan dan sejenisnya.

Ada yang bisa dilaksanakan dengan memanfaatkan teknologi, yaitu secara daring menggunakan berbagai aplikasi yang ada seperti Zoom, googlemeet dan sebagainya (klik Webinar Bersinar, Melalui Zoom Turut Perangi Covid-19). Namun, bagaimana dengan kegiatan yang mengharuskan kehadiran bersama secara fisik dan tatap muka? Tentunya, hal tersebut dapat dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Beberapa waktu terakhir, sejumlah Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota menyelenggarakan Workshop Penunjang Akreditasi Puskesmas menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) Non Fisik Tahun Anggaran 2020 (klik Akhirnya, Pengakuan Itu Kami Terima, Kok Puskesmas Perlu Diaudit Internal?, Keselamatan Pasien Dan Keselamatan Nakes: Cito!, Kejadian Sentinel, Apa Itu?). Mulai tanggal 4 Oktober sampai dengan tanggal 12 Oktober 2020, giliran Dinas Kesehatan Kabupaten Raja Ampat menyelenggarakan rangkaian tiga Workshop sekaligus dalam rangka persiapan akreditasi dan reakreditasi Puskesmas. Ketiga Workshop tersebut adalah (1) Workshop Keselamatan Pasien dan Manajemen Risiko, (2) Workshop Pemahaman Standar dan Instrumen Akreditasi Puskesmas dan (3) Workshop Audit Internal dan Tinjauan Manajemen. “Kami berkomitmen kuat untuk memastikan penerapan protokol kesehatan dalam ketiga Workshop tersebut,” kata Aman Gusti, S.Kep. selaku Ketua Panitia Penyelenggara yang juga adalah seorang Pendamping Akreditasi FKTP Kabupaten Raja Ampat. Hal tersebut disampaikannya saat memberikan laporan panitia

Panitia penyelenggara melakukan rapid test Covid-19 bagi seluruh peserta Workshop. Peserta yang reaktif tidak diperkenankan mengikuti Workshop dan mengarahkannya untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Rapid test bukan hanya diwajibkan bagi peserta, namun juga bagi seluruh panitia, undangan dan seluruh personil pengelola tempat kegiatan, yaitu Korpak villa and resort. Panitia penyelenggara juga melakukan pengukuran suhu dengan thermal gun. Pihak pengelola tempat kegiatan menyediakan sarana cuci tangan dengan sabun cair dan air mengalir di beberapa lokasi strategis.

Pengaturan tempat duduk dalam ruang kegiatan dilakukan dengan memperhatikan physical distancing. Meja peserta tidak menggunakan taplak meja, agar mudah dibersihkan secara berkala dengan desinfektan atau alkohol 70%. Pada setiap meja peserta harus disediakan hand sanitizer. Setiap kali selesai dipakai kegiatan, dilakukan desinfeksi ruangan kegiatan. Foto bersama juga dilakukan dengan menerapkan physical distancing dan masing-masing tetap mengenakan masker.

Ruang kegiatan diatur agar ventilasi alami memungkinkan sirkulasi udara berjalan baik dan pertukaran udara (air change per hour) dapat terjadi secara maksimal. Karena ruang kegiatan berada di lantai dua, maka akses menuju ruang kegiatan harus melalui tangga. Tangga naik dipisahkan dari tangga turun, agar tidak terjadi kerumunan.

Peserta, panitia penyelenggara, narasumber dan pengelola tempat kegiatan wajib mengenakan masker bedah atau masker kain standar secara benar dan konsisten, masker dipastikan menutupi hidung dan mulut serta masker tidak diturunkan ke dagu. Terkait penyediaan konsumsi, baik snack maupun sarapan, makan siang dan makan malam, disajikan tidak dalam bentuk prasmanan, tetapi dalam kotak. Dan ditekankan bahwa dilarang ngobrol saat makan ketika tidak pakai masker (klik Ngobrol Membawa Petaka).

Narasumber memberikan arahan dan penjelasan bagaimana dan mengapa protokol kesehatan harus dijalankan. Narasumber juga memeragakan bagaimana melakukan kebersihan tangan (hand hygiene) dengan handrub sesuai enam langkah standar WHO. Hand hygiene merupakan Sasaran Keselamatan Pasien kelima dan Kewaspadaan Isolasi Standar yang pertama. Ini juga merupakan bagian dari materi yang diberikan, baik dalam Workshop Keselamatan Pasien dan Manajemen Risiko maupun dalam Workshop Pemahaman Standar dan Instrumen Akreditasi Puskesmas. Narasumber meminta komitmen semua pihak untuk menjalankan protokol kesehatan secara ketat dan tidak tersinggung bila diingatkan ketika ada kelalaian dalam menjalankannya.

Pada saat pembukaan Workshop Keselamatan Pasien dan Manajemen Risiko tanggal 5 Oktober 2020, kepada Kepala Dinas Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Raja Ampat yang diwakili Sekretaris, narasumber menyampaikan bahwa jika pelaksanaan rangkaian Workshop ini konsisten dan sesuai dengan protokol kesehatan yang telah ditetapkan, maka hal tersebut bisa menjadi model bagi pelaksanaan kedinasan lainnya, baik oleh lintas program di Dinas Kesehatan Kabupaten Raja Ampat lainnya maupun oleh Organisasi Perangkat Daerah lainnya. Sebagai tambahan, pada pembukaan Workshop tersebut juga diserahkan Sertifikat Akreditasi Dasar Puskesmas Waigama yang telah disurvei pada tahun 2019.

-DoVic 091020-




footer_logo
footer_logo
footer_logo

2020 © copyright by Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat. All rights reserved.