" Selamat Datang Di Website Resmi Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat. "
blog-img

RS BUMN Dukung Laboratorium PCR Covid19 di Sorong

 Herman Lawalata  |   15/05/2020  |   Info Terkini  |   222 Baca

Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Pertamina memberikan dukungan nyata dalam percepatan penanganan Covid-19 di Indonesia, termasuk di Provinsi Papua Barat. Melalui Rumah Sakit Pertamina Kota Sorong, selain dukungan yang telah disampaikan dalam tulisan sebelumnya (klik Ada Berapa Ventilator Sih di Papua Barat?), dukungan juga akan diwujudkan dalam bentuk kehadiran laboratorium Polymerase Chain Reaction (PCR) Covid-19.

“Mesin PCR sudah tiba di Rumah Sakit kami. Kami sedang membangun infrastrukturnya, kira-kira sudah 70%. Bio Safety Cabinet (BSC) akan dikirim lewat laut atau Hercules, tergantung yang mana yang akan terlebih dahulu available. Yang agak lama adalah hepafilter dan laminary air flow, karena ini custom made. Diperkirakan tiba sekitar pertengahan Juni. Nantinya, ruangan kami semuanya bisa steril dan bertekanan negatif,” kata Direktur RS Pertamina Kota Sorong, dr. Otto B. Kawanda, M.KKK kepada penulis.

Ketersediaan laboratorium PCR Covid-19 di Kota Sorong akan menambah ketersediaan laboratorium PCR Covid-19 di Provinsi Papua Barat. Kota Sorong akan menyusul Kabupaten Teluk Bintuni yang lebih dahulu menyediakan (klik PCR Covid-19: Akankah Teluk Bintuni Menjadi Yang Pertama?). Kabupaten Teluk Bintuni telah mengirimkan tenaga terampilnya untuk dilatih di Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Makassar. “Analis kami besok (penulis – hari ini) akan ke Jakarta dengan pesawat charter untuk upskill di RS Pertamina Jaya sampai dengan akhir bulan ini,” lanjut dr. Otto, dokter alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti tahun 2003.

“Pada saat kami melakukan running test pertama, akan kami kirim ke Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan untuk uji kesesuaian. Setelah itu, baru kami bisa untuk publikasi hasilnya. Masih banyak tahapan yang harus kami lalui (klik Kami Bisa Beli Mesin PCR! Semudah Itukah?). Mohon dukungannya. Apa yang kami lakukan ini, semuanya semata-mata untuk supporting layanan kesehatan yang ada,” ujar dokter lulusan S2 Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia tahun 2010 ini mengakhiri perbincangannya dengan penulis. / -DoVic 150520-




footer_logo
footer_logo
footer_logo