Dinkes Papua Barat: Upaya Pencegahan Malaria Jadi Prioritas Selama PESPARAWI Nasional XIV
humasdinkespabar Kamis, 18 Juni 2026 14:58 WIT. 16
MANOKWARI – Dinas Kesehatan Papua Barat terus melakukan langkah pencegahan malaria menjadi fokus utama selama pelaksanaan PESPARAWI Nasional XIV di Manokwari, 18-28 Juni 2026.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat, dr.Alwan Rimosan menjelaskan, sosialisasi pencegahan malaria telah disampaikan kepada seluruh kontingen sejak pelaksanaan rapat kerja nasional (Rakernas) beberapa hari lalu. Menurutnya, upaya pencegahan harus dimulai dari kesadaran pribadi masing-masing peserta.
“Yang paling penting adalah pencegahan dari personal. Peserta diimbau membiasakan memakai pakaian lengan panjang saat beraktivitas pada malam hari, termasuk ketika mengikuti kegiatan maupun perlombaan. Selain itu, penggunaan losion antinyamuk atau repelan juga sangat dianjurkan,” ujarnya.
Selain upaya perlindungan individu, panitia bersama Dinas Kesehatan juga melakukan berbagai langkah pengendalian vektor melalui program kesehatan lingkungan. Kegiatan yang dilakukan meliputi penyemprotan residu dalam ruangan (IRS), fogging, survei jentik nyamuk, serta pembersihan lingkungan di lokasi-lokasi yang digunakan peserta.
Pemerintah juga mengajak seluruh peserta dan masyarakat untuk berperan aktif menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal maupun lokasi kegiatan guna meminimalkan potensi berkembangnya nyamuk penyebab malaria.
“Kami berharap semua pihak ikut menjaga kebersihan lingkungan. Jika lingkungan bersih, risiko penyebaran penyakit juga dapat ditekan,” katanya.
Selain itu, dukungan terhadap kesehatan peserta juga dilakukan melalui penyediaan makanan yang bersih dan bergizi untuk menjaga daya tahan tubuh selama mengikuti rangkaian kegiatan PESPARAWI.
Dinas Kesehatan Papua Barat juga memastikan ketersediaan obat-obatan, termasuk obat malaria, di seluruh fasilitas kesehatan yang mendukung pelaksanaan ajang nasional tersebut.
“Kami sudah menyiapkan obat-obatan yang diperlukan, termasuk obat malaria. Mudah-mudahan dengan berbagai upaya pencegahan yang dilakukan, tidak ada peserta maupun tamu yang terpapar malaria selama kegiatan berlangsung,” pungkasnya.