BerandaBeritaInfo TerkiniGubernur Papua Barat Apresiasi Kinerja Dinas Kesehatan dan Dukungan UNICEF, Perkuat...


  • Gubernur Papua Barat Apresiasi Kinerja Dinas Kesehatan dan Dukungan UNICEF, Perkuat Gerakan Ayo ke Posyandu dan Ayo Imunisasi

      humasdinkespabar      Rabu, 24 Juni 2026      08:19 WIT.      19

    courses-img

    MANOKWARI – Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, memberikan apresiasi kepada Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat beserta seluruh tenaga kesehatan, kader Posyandu, pemerintah kabupaten, dan mitra pembangunan yang selama ini bekerja keras meningkatkan cakupan imunisasi serta pelayanan kesehatan dasar di Papua Barat. Penghargaan khusus juga disampaikan kepada UNICEF yang dinilai konsisten mendukung penguatan program imunisasi dan layanan kesehatan masyarakat di wilayah Papua Barat.

    Apresiasi tersebut disampaikan dalam agenda Penguatan Kolaborasi Lintas Sektor, Pencanangan Gerakan Ayo ke Posyandu dan Ayo Imunisasi, serta Penganugerahan Imunisasi Tahun 2026 yang berlangsung di Manokwari, Selasa. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, mitra pembangunan, tenaga kesehatan, tokoh masyarakat, dan media dalam memastikan setiap anak memperoleh hak atas layanan kesehatan dan imunisasi yang berkualitas.


    Gubernur menegaskan bahwa berbagai capaian di sektor kesehatan, khususnya peningkatan cakupan imunisasi dan penguatan layanan Posyandu, merupakan hasil kerja bersama yang tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata.


    “Keberhasilan pembangunan kesehatan tidak dapat dicapai oleh pemerintah sendiri. Dibutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat, tenaga kesehatan, kader Posyandu, tokoh agama, tokoh adat, dunia pendidikan, media massa, serta dukungan mitra pembangunan seperti UNICEF,” ujar Dominggus.


    Menurutnya, komitmen yang ditunjukkan Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat bersama seluruh jajaran pelayanan kesehatan hingga tingkat kampung patut diapresiasi karena terus berupaya menjangkau masyarakat, termasuk di wilayah-wilayah yang memiliki tantangan geografis cukup berat.


    Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Papua Barat secara resmi mencanangkan Gerakan Ayo ke Posyandu dan Ayo Imunisasi sebagai upaya memperkuat pelayanan kesehatan dasar serta meningkatkan cakupan imunisasi anak di seluruh wilayah Papua Barat.


    Menurut Dominggus, gerakan tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mewujudkan generasi Papua Barat yang sehat, cerdas, dan produktif menuju Indonesia Emas 2045, Papua Emas 2041, dan Papua Barat Sehat 2030.


    Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung dan menyukseskan program Posyandu hingga ke tingkat kampung. Keterlibatan masyarakat dinilai menjadi kunci keberhasilan pelayanan kesehatan dasar, khususnya bagi ibu hamil, bayi, balita, dan kelompok rentan lainnya.


    “Keberadaan Posyandu harus terus kita dukung. Kehadiran kita semua di sini adalah bukti nyata bahwa kita memiliki tujuan yang sama, yaitu mewujudkan anak-anak Papua Barat yang sehat, cerdas, dan produktif,” katanya.


    Gubernur juga meminta seluruh pemerintah kabupaten di Papua Barat untuk menyusun regulasi berupa Peraturan Bupati tentang Posyandu dan imunisasi guna memperkuat pelaksanaan program di lapangan.


    Menurutnya, Posyandu harus memiliki dasar hukum yang jelas sehingga para kader dan seluruh pihak yang terlibat dapat bekerja secara maksimal dengan jaminan perlindungan hukum yang memadai. Selain itu, pemerintah daerah juga didorong melakukan pendataan masyarakat hingga tingkat kampung agar seluruh penduduk tercatat dalam sistem administrasi kependudukan sebagai dasar penyusunan program kesehatan yang tepat sasaran.


    Dominggus turut menekankan pentingnya perlindungan bagi kader Posyandu sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat. Ia berharap para kader memperoleh jaminan kesehatan, jaminan ketenagakerjaan, dan insentif yang layak sesuai kemampuan daerah.


    “Tugas Dinas Kesehatan, rumah sakit, puskesmas hingga Posyandu harus terintegrasi untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, terutama bagi anak-anak sebagai generasi penerus bangsa,” terangnya.


    Ia menjelaskan bahwa Posyandu kini telah bertransformasi menjadi lembaga pelayanan masyarakat yang menjalankan enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM), yakni kesehatan, pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat, dan pelayanan sosial.


    “Posyandu harus menjadi rumah pelayanan dasar bagi seluruh keluarga, dari bayi hingga lansia, dari kota hingga kampung,” ujarnya.


    Dalam sambutannya, Dominggus kembali mengingatkan bahwa imunisasi merupakan hak dasar setiap anak yang wajib dipenuhi bersama. Ia menegaskan imunisasi bukan sekadar pilihan, melainkan kebutuhan penting untuk melindungi anak dari berbagai penyakit yang dapat dicegah.


    “Imunisasi adalah hak setiap anak, bukan pilihan. Satu suntikan imunisasi hari ini adalah perisai bagi masa depan anak kita,” tegasnya.


    Pemerintah Provinsi Papua Barat juga menyoroti masih adanya keraguan sebagian masyarakat terhadap imunisasi akibat beredarnya informasi yang tidak benar. Karena itu, peran tokoh agama, tokoh adat, tenaga kesehatan, tenaga pendidik, serta media massa dinilai sangat penting dalam memberikan edukasi dan pemahaman yang benar kepada masyarakat.


    Selain itu, satuan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) didorong untuk melakukan pemeriksaan status imunisasi peserta didik guna memastikan tidak ada anak yang terlewat memperoleh imunisasi lengkap.


    “PAUD harus menjadi pintu kedua setelah Posyandu untuk memastikan setiap anak memperoleh imunisasi lengkap,” ucap Dominggus.


    Melalui Gerakan Ayo ke Posyandu dan Ayo Imunisasi, Pemerintah Provinsi Papua Barat berharap semakin banyak masyarakat memanfaatkan layanan Posyandu secara rutin sehingga cakupan imunisasi terus meningkat, angka stunting dapat ditekan, dan kualitas kesehatan masyarakat semakin baik.


    Sementara itu, Pimpinan UNICEF Perwakilan Papua, Aminuddin M. Ramdan, menegaskan bahwa penguatan layanan Posyandu dan peningkatan cakupan imunisasi merupakan langkah strategis untuk memastikan terpenuhinya hak-hak anak di Papua.


    Ia menyebut Posyandu memiliki peran penting sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat, terutama dalam menjangkau ibu hamil, bayi, dan balita agar memperoleh layanan kesehatan dasar secara berkelanjutan.


    “Penguatan Posyandu dan peningkatan cakupan imunisasi adalah investasi penting untuk masa depan anak-anak Papua. Melalui kolaborasi yang kuat, kita dapat memastikan setiap anak mendapatkan haknya untuk tumbuh sehat dan terlindungi dari penyakit yang dapat dicegah melalui imunisasi,” ujarnya.


    Sebagai bentuk komitmen bersama dalam mendukung program imunisasi dan pelayanan kesehatan dasar, Pemerintah Provinsi Papua Barat melalui Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat dan Tim Pembina Posyandu Papua Barat yang didukung penuh UNICEF juga memberikan Anugerah Imunisasi Tahun 2026 kepada sejumlah pihak yang dinilai berkontribusi aktif dalam mendukung dan mengawal program imunisasi di Papua Barat.


    Penganugerahan tersebut diberikan sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi berbagai pihak yang selama beberapa tahun terakhir berperan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya imunisasi, memperluas akses pelayanan kesehatan, serta mendorong terciptanya kolaborasi lintas sektor yang berkelanjutan.


    Sementara itu, apresiasi juga diberikan kepada media massa yang selama ini berperan aktif mengedukasi masyarakat terkait pentingnya imunisasi. Pada kategori Media Massa dalam Anugerah Imunisasi Tahun 2026, penghargaan diberikan kepada Orideknews.comKlik Papua, dan Antara News. Ketiga media tersebut dinilai konsisten mengawal, mengedukasi, serta menyebarluaskan informasi mengenai program imunisasi di Papua Barat selama lima tahun terakhir, sehingga turut mendukung peningkatan kesadaran masyarakat dan keberhasilan program imunisasi di daerah.





  • Kategori Berita

    Berita Terbaru